Atlas Medical Pioneer

Atlas Medical Pioneer
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  

Share | 
 

 Informasi Jalur Gunung Hutan

Go down 
PengirimMessage
Gaeta N.S
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 12
Age : 32
No AMP : AMP 1806021 SS
Location : Juned - Bandung
Registration date : 26.01.08

PostSubyek: Informasi Jalur Gunung Hutan   Sun Mar 16, 2008 2:36 am

GUNUNG SUMBING, Jawa Tengah







Keterangan Umum

Nama : G. Sumbing
Nama Kawah : Kawah Sumbing

Lokasi : Koordinat/ Geografi : 07 32' LS dan 110 03'30" BT . Secara administratif termasuk :Kab. Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Kab. Purworejo.
Ketinggian : 3371m. dpl
Kota Terdekat : Magelang di tenggara, Temanggung di tumurlaut, Parkan di utara dan Wonosobo di barat.
Tipe Gunungapi : Gunungapi strato tipe B
Pos Pengamatan : Desa Gentingsari, Parakan-Temanggung pada ketinggian 950 m dpl


Pendahuluan


Untuk mencapai puncak Gunung Sumbing dapat dilakukan dari:

*

Arah baratlaut dari Kampung Garung (1543 m dpl) Desa Butuh, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo.
*

Arah timurlaut dari Kampung Butuh atau Selogowok, Kabupaten Temanggung.
*

Arah tenggara dari Kalegan, Kabupaten Magelang
*

Arah baratdaya yaitu dari Sapurun, Kabupaten Wonosobo.
*

Pendakian ke puncak menempuh waktu selama 5 jam bila cuaca baik.



Demografi


Tanah sekitar G. Sumbing sangat subur, sehingga hampir seluruh daerah yang landai sampai ketinggian lk. 2000 m dpl dijadikan daerah perkebunan rakyat seperti tembakau dan sayur sayuran. Karena itu penduduk yang bermukim disekitar Gunung Sumbing cukup padat. Data tahun 1993 memperlihatkan bahwa penduduk yang bermukim di daerah bahaya dan waspada jumlahnya mencapai 114.179 jiwa


Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi

Sampai saat ini belum ada data inventarisasi sumberdaya G. Sumbing secara rinci.

Wisata Gunungapi

Walaupun G. Sumbing belum dikenal orang sebagai objek wisata gunungapi, tetapi letaknya yang berdekatan dengan G. Dieng kiranya dapat dipromosikan dengan menarik sebagian wisata yang berkunjung ke Dieng untuk melakukan pendakian puncak G. Sumbing dan pemandangannya tidak kalah dengan gunungapi lainnya. Dapat pula dipromosikan agrowisata seperti yang sudah dilakukan di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat.

RUTE GARUNG



Sebenarnya jalur yang Anda tempuh untuk mencapai ke gunung ini sama dengan perjalanan menuju Gunung Sundoro. Dari Purwokerto naik bus besar jurusan Semarang, melewati Wonosobo, begitu juga sebaliknya. Kalau ke Gunung Sundoro Anda turun di desa Kledung, maka untuk mencapai Gunung Sumbing Anda harus turun di depan gapura desa Garung. Desa ini terletak di jalan menurun arah Wonosobo.

Berjalanlah sekitar 500 meter atau dapat juga naik ojek menuju ke Base Camp. Tidak lama, paling 15 menit berjalanan kaki. Di desa Garung/Butuh ini tidak ada losmen untuk bermalam. Namun, Anda bisa bermalam di rumah kepala desa, sekaligus mendapatkan informasi mengenai Gunung Sumbing. Alamat lengkap Base Camp Garung: STICK PALA ( Satuan Induk Bocah Bocah Karang Taruna Pecinta Alam ). Desa Butuh, Dusun Garung, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak sekitar 8 jam dengan menempuh jarak 7 km. Mulai dari Base Camp Anda sudah menemui lajur yang menanjak. Setelah tanjakan pertama Anda akan melewati kebun sayur, tetapi jalannya tetap menanjak.

alur lama udah jarang dipake karena terlalu terjal buat pendakian dan relatif kurang aman. KM IV dimulai dari Bosweisen (batas ladang dan hutan) Kondisi jalan tanah liat dan tanah merah berpasir, di kanan kiri jalur rerumputan dan pepohonan kecil. Perjalanan akan semakin menanjak melewati dua buah bukit yakni bukit Genus dan Sedlupak. Jalan berupa tanah merah berpasir. Kalau lagi beruntung, saat kita masuk hutan, kita bisa ketemu ama setan belanda yg konon badannya tinggi dan bentuknya sangat seram.

Jalur Baru Setelah melewati ladang pertanian sampailah di perbatasan hutan di kawasan Bosweisen (batas ladang dan hutan) yang merupakan batas KM III. Kondisi jalan berupa tanah liat dan tanah merah berpasir. Di sepanjang kawasan ini terdapat beberapa jenis burung dan ayam hutan.

Kemudian melewati hutan pinus, kalau beruntung, apabila naik malam hari kita bakalan ditemenin ama orang yang seusia dan berjenis kelamin sama dengan pakean putih. Kita bakal ditemenin kalau terpisah dari kelompok dan bakal ditemenin sampai gabung lagi sama kelompok. Tapi sayangnya, saat kita ajak ngobrol, dia tidak akan menjawab dan selalu diam.

Setelah menyeberangi sungai di Kedung terdapat Pos peristirahatan Pos I. Perjalanan selanjutnya kita akan sampai di Pos II (Gatakan) pada ketinggian 2.240 mdpl. Di pos ini pendaki dapat mendirikan tenda, dibandingkan tempat lain, tempat ini cukup terlindung dari hempasan angin kencang, disamping itu pendaki dapat mengambil air bersih dari sungai yang tidak terlalu jauh. Tempat ini terkenal keangkerannya, pendaki yang berkemah disini sering mendapat gangguan Sundel Bolong.

Di Pestan (Peken Setan/Pasar Setan) pada ketinggian 2.437 mdpl, terdapat tempat terbuka yang cukup luas, pendaki dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Konon pendaki akan mencium bau semerbak bunga, bila bau bunga ini mengikuti dia, maka ada sosok mahkluk halus yang membuntutinya. Di sini jalur lama dan jalur baru bertemu. Kawasan ini tidak ada pohonnya berupa padang rumput dengan sedikit pohon kecil, sehingga angin kencang sering menerpa tenda. Selain itu pendaki harus waspada karena sering ada badai yang cukup besar dan berbahaya. Kondisi jalan berupa tanah merah berpasir.

Selanjutnya kita sampai di Pasar Watu dimana banyak terdapat batu berserakan. Di depannya dinding batu berdiri. Jalur disini kelihatannya rawan soalnya bener-bener terbuka dengan kanan dan kiri jurang. Pendaki harus mengambil jalan kekiri sedikit menurun mengelilingi dinding batu terjal. Jangan mengambil jalan lurus dengan cara memanjat dinding terjal ini karena jalur ini buntu.

Dengan cara menelusuri sisi-sisi batuan terjal, Kemudian kita akan tiba di Watu Kotak (2.763mdpl) sebuah batu yang besar seperti kotak yang memiliki ceruk, dapat digunakan untuk berlindung dari tiupan angin dan hujan. Di tempat ini ada sedikit ruang untuk mendirikan tenda kecil. Di sini pendaki dilarang buang air di sembarang tempat, karena tempat ini adalah salah satu tempat yang keramat.

Selanjutnya kita akan melewati Tanah Putih, yang berupa batuan kapur. Jalur sangat berat, terjal dan berbatu-batu, sebaiknya berhati-hati karena batu-batu mudah jatuh menggelinding ke bawah baru kemudian sampai di puncak. Untuk menuju kawah ambil arah sebelah kanan sedangkan untuk menuju puncak lurus ke atas. Di puncak gunung terdapat musang gunung yang hidup di lubang-lubang batu di dinding kawah. Musang ini dengan berani mendekati pendaki untuk mencari sisa-sisa makanan.

RUTE CEPIT




Dari Yogya naik bus ke Magelang, disambung ke Temanggung, turun di Parakan. Perjalanan di mulai di Base Camp Cepit yang terletak di desa Pager Gunung, kec. Bulu, wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Perjalanan terbaik dilakukan pada malam hari sekitar pukul 21.00, sampai di puncak menjelang pagi, sehingga sempat melihat Sunrise dari puncak gunung. Selain itu perjalanan di malam hari dapat menghemat air minum, karena di sepanjang jalur tidak terdapat mata air.

Pertama kali kita akan berjalan selama kurang lebih satu jam melewati kebun sayur penduduk. Kemudian kita akan mendaki sekitar dua jam memasuki kawasan hutan, selanjutnya kita akan sampai di padang rumput. Setelah itu kita akan bertemu dengan Batu Kasur dan Batu Lawang.

Jalur menuju puncak sangat sempit dan menanjak, sehingga sangat melelahkan, kita perlu sangat berhati-hati dan menjaga stamina tubuh. Puncak Gungung Sumbing berbentuk kaldera kecil yang bergaris tengah 800 meter, dengan kedalaman 50-100 m dan beberapa puncak yang runcing. Untuk menuju puncak tertinggi harus turun lagi ke arah kanan dan kemudian naik lagi.

Terdapat lautan pasir, terdapat juga makam leluhur masyarakat setempat yang dikenal dengan sebutan Ki Ageng Makukuhan. Ada beberapa gua salah satunya dikenal dengan nama Gua Jugil yang merupakan gua terbesar. Di kaldera banyak kawah kecil yang berasap belerang. Pemandangannya sangat indah sehingga kita akan merasa enggan untuk meninggalkan puncak tersebut.

JALUR BOWONGSO



Baru-baru ini, sebuah jalur baru pendakian di resmikan di gunung berketinggian 3371mdpl tersebut. Jalur Bowongso. masih di kabupaten Wonosobo juga. Namun kita akan menempuh jalur berbeda dari pendakian via dusun Garung yang memang lazim dilakukan pendaki.

Jalur ini relatif lebih cepat sampai ke puncak. hanya memakan sekitar 6 jam, dengan medan yang relatif lebih mudah dan landai. Berkontur lebih berbatu dan tidak licin. Hutan nya pun masih terjaga cukup baik. Berbeda dengan jalur Garung, demikian tutur Paul salah seorang panitia dalam acara SML atau Sumbing Mount Launch, yang merupakan pendakian masal peresmian jalur baru Bowongso. SML sendiri di ikuti oleh lebih dari 250 peserta.

Di jalur ini, terbagi dalam empat pos pendakian. Masing-masing pos berjarak antara 1 sampai 3 jam. Sayangnya, saya tidak dapat mengkonfirmasi masalah ketersediaan sumber air di lintasan pendakian.

Pendakian jalur Bowongso mengambil rute transportasi sebagai berikut. Dari terminal Wonosobo kita akan naik angkutan tiga perempat menuju pasar Kertek. Dari sini, kita akan diantar oleh colt yang memang disediakan oleh para pemuda disana yang siap mengantar kita ke desa Bowongso tempat base camp pendakian terletak.[img][/img]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
gulas
Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru


Jumlah posting : 5
No AMP : AMP 1294005 NO
Location : Bandoeng
Registration date : 06.01.08

PostSubyek: Re: Informasi Jalur Gunung Hutan   Wed Mar 19, 2008 12:06 am

wah cool banget gaeta...
kalo bisa sundoronya juga dishare dong...dulu pernah ndaki lewat kledung rasanya...
Terus share gunung 2 laen nya!
Dihutan kita jaya!!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Gaeta N.S
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 12
Age : 32
No AMP : AMP 1806021 SS
Location : Juned - Bandung
Registration date : 26.01.08

PostSubyek: Gunung Sundoro   Sat Mar 22, 2008 5:04 pm

GUNUNG SUNDORO



Nama : Gunung Sundoro
Ketinggian : 3.150 m. dpl
Lokasi : Kab. Wonosobo - Jawa Tengah

Menuju Lokasi : Tidak jauh berbeda dengan gunung Sumbing baik dari letak geografis ataupun vegetasinya. Gunung Sundoro inipun telah mengalami eksploitasi yang mengkhawatirkan, karena bayangan orang tentang gunung yang hijau dan hutan rimba yang alami telah berubah. Hanya ladang tembakau dan semak-semak saja yang terdapat di sepanjang perjalanan, hanya sebagian kecil perjalanan menuju puncak saja yang masih terlindungi oleh pohon-pohon besar. Selain itu hanya semak dan ladang pertanian. Padahal kalau dilihat sekilas bentuk gunung ini sangat ideal untuk sebuah gunung yang menjadi tujuan pendakian karena bentuknya yang sangat mengerucut.
Tidak jauh berbeda dengan gunung Sumbing baik dari letak geografis ataupun vegetasinya. Gunung Sundoro inipun telah mengalami eksploitasi yang mengkhawatirkan, karena bayangan orang tentang gunung yang hijau dan hutan rimba yang alami telah berubah. Hanya ladang tembakau dan semak-semak saja yang terdapat di sepanjang perjalanan, hanya sebagian kecil perjalanan menuju puncak saja yang masih terlindungi oleh pohon-pohon besar. Selain itu hanya semak dan ladang pertanian. Padahal kalau dilihat sekilas bentuk gunung ini sangat ideal untuk sebuah gunung yang menjadi tujuan pendakian karena bentuknya yang sangat mengerucut.

Perjalanan para pendaki dimulai dari kota Wonosobo atau Parakan selanjutnya menuju ke beberapa titik pendakian yang terdapat di beberapa tempat diantaranya adalah :

1. Jalur Kledung (Punggung Selatan)

2. Jalur Sigedang (Perkebunan Tambi) (Punggung Utara)

3. Bedakah (Punggung Barat)

Dari ketiga jalur pendakian tersebut jalur dari Desa Kledung merupakan jalur yang umum dilalui oleh para pendaki karena jalur kledung ini telah memiliki sarana pendakian yang paling lengkap diantaranya adalah pos pengawasan dan informasi dan juga jalur perjalanannya sudah sangat jelas baik itu rambu ataupun jejak sepatu para pendaki.

Jalur Kledung
Pendakian melalui jalur Kledung ini sangat aman baik dari segi jalur ataupun medannya, hanya saja eksploitasi hutan gunung yang telah melampaui batas menyebabkan perjalanan dengan menggunakan jalur Kledung ini sangat menguras tenaga dan keringat karena panasnya ladang pertanian dan tidak adanya pohon untuk berteduh. Oleh karena itu banyak para pendaki telah mulai merubah jadwal pendakian dengan menggunakan jalur ini. Maksudnya pendaki lebih memilih mendaki pada malam hari daripada siang hari tujuannya adalah untuk menghemat air dan perbekalan meskipun dengan resiko dinginnya cuaca gunung Sundoro pada malam hari yang terkenal cukup ganas selain Gunung Lawu di Tawang Mangu Solo.

Perjalanan menuju puncak Sundoro ini memang akan lebih menarik jika dilakukan pada malam hari karena selain pemandangan kota Wonosobo dan Parakan pendaki tidak akan merasakan lelahnya perjalanan hanya dinginnya saja yang menusuk tulang. Dinginnya cuaca gunung ini sangat terasa bahkan bagi penulis pun tidak mudah untuk melawan hawa dingin yang menusuk tulang, dan hanya peralatan yang penting seperti kaus tangan, kaki dan tutup kepala yang sangat membantu menghilangkan hawa dingin Sundoro.

Perjalanan awal dari Pos I menuju pos II hanya merupakan ladang pertanian dan setelah Pos II barulah pendaki mulai melewati semak-semak kecil meskipun masih ada ladang pertanian yang sesekali ditemui. Setelah mencapai Pos II barulah perjalanan sebenarnya dimulai karena dari Pos II menuju Pos III akan memakan waktu yang lama dan dengan sudut pendakian yang tinggi menyebabkan daya tahan pendaki akan banyak berkurang dan tidak sedikit pendaki yang terpaksa (nge-camp) atau berisitrahat dan mendirikan tenda di daerah ini untuk menjaga kondisi. Setelah Pos III dilalui pendaki akan mulai merasakan bekas-bekas hutan raya Sundoro yang dahulu sangat rimbun dan alami. Tapi pada perjalanan malam di daerah Pos III menuju puncak merupakan titik yang rawan karena selain tidak ditemukan mata air angin yang bertiup sangat kencang dan dinginnya cuaca bisa mencapai 3 derajat. Oleh karena itu perlengkapan cuaca yang digunakan pada pendakian malam harus sangat diperhatikan untuk mencegah turunnya suhu tubuh (hipotermia).

Perjalanan di hutan sundoro akan berakhir dan berganti dengan perjalanan di Taman Edelweiss yang merupakan jalur terindah dalam perjalanan menuju Puncak Sundoro. Setelah melewati jalur taman ini maka pendaki akan mencapai Puncak Sundoro tepat di depan Segoro Banjaran. Dan di bawah kawah akan ditemui mata air endapan dari hujan dan banyak dari pendaki menggunakannya untuk minum. Di puncak sundoro juga ada dua tempat yang satu bernama segoro banjaran dan yang satunya bernama segoro wedi entah dari asalnya tapi yang jelas memang di puncak sundoro merupakan puncak yang unik karena terdapat hamparan pasir (wedi) yang cukup luas bahkan sangat baik untuk acara-acara permainan seperti bermain bola dan sebagainya.


Dari puncak Kledung ini pendaki dapat berjalan mengitari puncak dan menuju lapangan upacara (alun-alun) yang terdapat di puncak utara gunung ini. Alun-alun inilah yang menjadi kahir pendakian dari jalur Sigedang (perkebunan tambi). Bila pendaki ingin turun dengan menggunakan jalur sigedang ini maka pendaki dapat memulainya tepat di mulut punggung utara atau sekitar lapangan upacara.

Pemandangan puncak Sundoro merupakan pemandangan puncak terbaik dari gunung-gunung lain yang terdapat di Pulau Jawa karena selain lokasinya yang sangat strategis untuk memandang ke sekeliling juga karena seluruh puncak yang terdapat di Jawa Tengah :

o Slamet (3428 M)

o Sumbing (3371 M)

o Lawu (3265 M)

o Merbabu (3142 M)

o dan Merapi (2981 M)

dapat terlihat jelas dari puncak Sundoro ini pada pagi hari sebelum jam 11 karena setelah jam tersebut biasanya kabut akan menutupi pandangan pendaki sehingga harus menunggu kabut hilang.

Waktu perjalanan dari Kledung adalah sekitar 7 sampai 10 jam perjalanan tergantung cuaca can fisik pendaki sedangkan dengan menggunakan jalur Sigedang akan lebih cepat yaitu sekitar 6 sampai 8 jam perjalanan, hanya saja medan pendakian sangat berat karena disamping jalan bebatuan jalur sigedang ini sangat curam dan berbahaya bila waktu hujan atau kabut. Dan bila pendaki menggunakan jalur Bedakah maka akan lebih menantang karena jalurnya masih sangat baru dan yang menggunakan jalur ini disarankan adalah para pendaki yang memiliki kemampuan navigasi yang baik karena jalurnya yang relatif baru dan sangat rawan tersesat dan juga rambu petunjuk di jalur ini tidak ada sama sekali dan hanya jalur-jalur bekas penebangan kayu saja.

Jalur Sigedang
Dari kota Yogya naik bus ke Magelang, dilanjutkan dengan bus jurusan ke Wonosobo atau Dieng turun di Rejosari, dilanjutkan dengan mobil kecil ke Sigedang. Dari base camp di Sigedang diperlukan waktu sekitar 6 jam untuk sampai di puncak.

Perjalanan di mulai lewat kebun teh, terdapat tiga buah pos, kemudian melewati hutan sekitar 1 jam kita akan sampai di padang rumput, dilanjutkan dengan mendaki ke puncak. Rute ini lebih pendek agak menanjak dan banyak batu-batuan, namun medannya tidak begitu berat.

Di puncak gunung terdapat kawah tua yang sudah mati, di sini pada musim hujan pendaki dapat memperoleh air bersih. Puncak gunung Sundoro banyak ditumbuhi bunga Edelweis.

Dari puncak gunung kita bisa melihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu di sebelah Timur. Gunung Sumbing nampak sangat dekat berada di sebelah selatan. Ke arah barat dapat disaksikan Gunung Slamet dan Gunung Ciremei.


Peta Jalur Sundoro

RUTE MENUJU GUNUNG SUNDORO
1 Menuju Magelang
2 Magelang - Temanggung
3 Temanggung - Kledung ( Base Camp)
4 Kledung (Base Camp) - Watu Gede
5 Watu Gede - Pos I ( Sibajing )
6 Pos I - Pos II ( Cawang )
7 Pos II - Pos III ( Seroto )
8 Pos III - Puncak
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Informasi Jalur Gunung Hutan   

Kembali Ke Atas Go down
 
Informasi Jalur Gunung Hutan
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» KABEL BODY PX'81
» wiring diagram vespa super, px, dan excell
» Urutan warna kabel untuk cdi vespa p150s strada
» NANYA: Bahan kulit murah

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Atlas Medical Pioneer :: Off Topics :: Pendidikan :: Kepencitaalaman-
Navigasi: